Standar Kompetensi Dokter

Kemajuan yang pesat dalam bidang ilmu pengetahuan khususnya ilmu pengetahuan dan teknologi ilmu kedokteran menuntut tersedianya sumber daya manusia yang handal dan terampil serta profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Di lain pihak, tersedianya alat dan teknologi yang canggih akan mudah memperoleh informasi dengan cepat sehingga masyarakat sebagai pengguna sadar akan hak-haknya disamping kewajiban-kewajiban yang harus ia penuhi.

Buku Standar Kompetensi Dokter ini merupakan bagian dari Standar Pendidikan Profesi Dokter. Buku Standar Pendidikan Profesi Dokter serta Standar Kompetensi disusun sebagai standar dalam penyelenggaraan pendidikan kedokteran. Kepada tim penyusun dan para kontributor, kami ucapkan selamat dan penghargaan atas dedikasi dan terbitnya buku Standar Kompetensi Dokter ini.

DOWNLOAD
Keputusan Konsil Kedokteran 21A/KKI/KEP/IX/2006

[draguscn]

Kenapa Saya Menanyakan “4a”

Stethoscope on book in office

Dalam kesempatan pitenpropertes-pitenpropertesan Calon Ketua IDI yang memberikan visi dan misinya di depan segenap anggota IDI Cabang Kabupaten Probolinggo, saya menanyakan hal ini ke Dr. Mommy SpS :

    1. Bagaimana tanggapan kandidat terhadap dokter puskesmas yang pada tanggal 27 Nopember kemaren tidak turun ke jalan?
    2. Bagaimana tanggapan kandidat diberlakukannya Kompetensi 4A untuk penilaian dokter umum pada era JKN?

Terus terang saya memang ingin menguji Dr. Mommy, yang praktisi rumah sakit, apakah merasa tidak nyaman dengan dokter puskesmas yang tidak ikut aksi solidaritas. Dan bagaimana pendapat beliau mengenai Standar Kompetensi yang diterapkan kepada sebagian besar anggota IDI.

APA ITU KOMPETENSI 4A

Sebagai Calon Ketua IDI yang akan memimpin banyak dokter umum,  wajar bila saya ingin tahu bagaimana IDI akan bersikap. Istilah Kompetensi dibagi menjadi 1-2-3A-3B dan 4 (yang akhir2 ini menjadi 4A) adalah berdasarkan Keputusan Konsil Kedokteran 21A/KKI/KEP/IX/2006.

Area ini adalah yang disinggung-singgung sebagai kemampuan dokter menangani 155 penyakit. Dan akhir-akhir ini berkembang menjadi salah satu cara yang dipikirkan oleh Depkes dan Dinkesprop untuk menilai apakah Dokter Umum atau Dokter yang ada di PKM bisa menanggulangi 155 penyakit. Demikian saktinya kata-kata 155 penyakit sampai seakan kemampuan menangani penyakit hanya dibatasi 155 itu saja,

Ini yang saya ingin tahu dari seorang calon ketua IDI. IDI adalah organisasi profesional. Dalam JKN, seharusnya IDI merupakan bagian dari 3 organisasi yang akan menentukan apakah dokter umum layak bekerja sama dengan BPJS. 3 organisasi itu seharusnya adalah : BPJS yang menjadi si pemilik uang, Dinas Kesehatan yang punya wilayah dan IDI sebagai yang bertanggungjawab terhadap Kompetensi Dokter.

Jawaban yang saya harapkan tentu saja kandidat akan meminta urusan kompetensi yang menjadi domain IDI dikembalikan kepada IDI saja sebagai organisasi yang lebih berwenang dalam menilaii kompetensi dokter. Lebih jauh, keadaan sekarang memang menunjukkan bahwa kompetensi 4A, tidak semuanya dimiliki dengan fasih oleh dokter umum, akan tetapi Kompetensi 3A dan 3B dimana seorang dokter harus menangani terlebih dulu suatu penyakit baru kemudian merujuk pasien dalam keadaan yang memungkinkan harusnya jadi salah satu yang diperhitungkan. Seorang dokter umum, mungkin sangat jarang berhadapan dengan Peritonitis tuberculosis yang merupakan standar kompetensi 4A, tapi sebaliknya bisa jadi sangat siap untuk menatalaksana Status Asthmaticus yang merupakan Standar Kompetensi 3B.

Nah ..  saya berharap Dr. Hariawan yang sudah terpilih menjadi ketua IDI yang baru akan bisa menjembatani masalah-masalah ini. Terlebih karena puskesmas yang beliau pimpin juga akan beberapa minggu lagi harus terimbas dengan aturan yang sama.

[draguscn]

Ketua IDI baru ..yaiyy !!

hariawanDr. Wawan, namanya. Dr. H. Hariawan Dwi Tamtomo, MMKes, begitu kalo dipanjang-panjangin.  Hari ini beliau mengucap : innalillahi wa inna ilaihi rojiun, ketika terpilih menjadi Ketua IDI Cabang Kabupaten Probolinggo.

Mungkin sebagaimana Khalifah Umar bin Abdul Aziz, Dr. Wawan merasa amanat sebagai ketua IDI adalah ujian.  Selamat mengemban amanat. Semoga berhasil menjadi pemimpin yang amanah.

Melirik misi beliau salah satunya adalah penguatan informasi, dengan menggunakan berbagai media termasuk internet. Bahkan spesifik menyebut blog. Teringatlah saya ada blog ini yang sudah lama postingannya saya pindahkan ke blog yang masih bisa saya isi setahun sekali dengan rutin.

Sidang Musyawarah Cabang yang dipimpin Dr. Mansyur tadi menghasilkan pimpinan baru sudah, apakah pimpinan baru akan memberikan warna baru pada IDI Kabupaten Probolinggo, kita tunggu tanggal mainnya.

[draguscn]

JPOG April 2012

JPOG 2012 04Dapatkan jurnal JPOG (Journal of Pediatrics,  Obstetrics & Gynaecology) dengan mengikuti link di bawah ini.

Jurnal untuk bulan Februari 2012 ini berisikan beberapa materi antara lain :

Type 1 Diabetes Mellitus in Childhood

Type 1 diabetes mellitus (T1DM) is the most common chronic metabolic condition in youth, and its incidence is increasing worldwide. Care of the child and adolescent with T1DM should be multidisciplinary and involve professionals experienced in childhood diabetes, including a physician, nurse, dietitian and social worker. Maintenance of excellent glycaemic control and regular screening for complications should be emphasized, all in the context of a healthy and supportive physical and psychosocial environment.

Juga ada :

  • Influenza in children worldwide
  • Rotting Teeth in a Young Girl
  • Speed of intravenous rehydration for children

Dan masih banyak lainnya. Silahkan klik link :

DOWNLOAD

Selamat membaca.

JPOG February 2012

image

Dapatkan jurnal JPOG (Journal of Pediatrics,  Obstetrics & Gynaecology) dengan mengikuti link di bawah ini.

Jurnal untuk bulan Februari 2012 ini berisikan beberapa materi antara lain :

  • Caesarean Section for the Second Stage of Labour.
  • Asthma in pregnancy : Treatment guided by FENO measurement.
  • Women exposed to DES in utero: More on adverse health outcomes.
  • Hospital delivery policy in China and neonatal mortality
  • Vitamin A supplements for children in developing countries : Systematic review and meta-analysis

Dan masih banyak lainnya. Silahkan klik link :

 DOWNLOAD 

Selamat membaca.